Jumat, 10 Juli 2015

Makalah Strategi Promosi Pemasaran



TUGAS I
NAMA KELOMPOK
1.      ANASTASIA GANING
2.      YULIANI
3.      YUDITYA BERNADUS
KATA PENGANTAR
Adapun makalah ini kami buat untuk selain untuk memenuhi kebutuhan informasi dari publik, juga sekaligus untuk melengkapi nilai tugas yang telah diberikan oleh tim dosen berkaitan dengan mata kulia promosi pemasaran
Kami sadar bahwa makalah ini belumlah sempurna, oleh karena itu kami menyusun terbuka akan setiap kritik maupun saran yang membangun dari para pembaca sekalian.
Dengan demikian, tidak hanya makalah ini yang akan bermanfaat lagi bagi para pembacanya, namun juga sebagai tim secara tidak langsung terbentuk menjadi karak ter dan pribadi yang baik dan siap menerima hal-hal positif dari luar.
Akhir kata selamat membaca makalah ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua, baik sebagai siswa, dosen  maupun segala lapisan masyarakat yang membacanya.





                                                                                   
            Tondano,  Mei 2015


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................
DAFTAR ISI...........................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang.........................................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
1.      MERANCANG DAN MEGELOLAH KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI
a.       peran komunikasi pemasaran lingkungan komunikasi pemasarasn yang sedang berubah           
b.      komunikasi pemasaran, ekuitas merek dan penjualan............................................
c.       model proses komunikasi ......................................................................................
2.      MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI EFEKTIf
a.       mengidentifikasi pemirsa sasaran...........................................................................
b.      menetukan tujuan komunikasi................................................................................
BAB III PENUTUP
A.    kesimpulan
B.     saran
DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Peran komunikasi pemasaran adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan,membujuk, dan mengingatkan konsumen – konsumen langsung maupun tidak langsung, tentang produk dan merk yang dijual. Intinya komunikasi pemasaran merepresentasikan “suara” perusahaan dan mereka serta merupakan sarana di mana perusahaan dapaat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.
Komunikasi pemasaran juga melaksanakan banyak fungsi bagi konsumen. Komunikasi pemasaraan dapat memberitahukan dan memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa produk itu digunakan, oleh orang macam apa, serta di mana dan kapan. Konsumen dapat mempelajari tentang siapa yang membuat produk dan apa tujuan perushaan dan merek, dan merreka bisa ,mendapatkan insentif atau penghargaan atas usaha percobaan atau penggunaaan tersebut. Komunikasi pemasaran memungkinkan perusahaan menghubungkan merek mereka dengan orang lain, tempat, acara, merek, pengalaman, perasaan, dan hal lainnya. Mereka dapat kontribusi pada ekuitas merek, dengan menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra merek, serta mendorong  penjualan dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham. Lingkungan Komunikasi Pemasaran Yang Sedang Berubah Meskipun komunikasi pemasaran bisa memainkan sejumlah peran penting, mereka harus melakukannya dalam lingkungan komunikasi yang semakin keras. Teknologi dan faktor – faktor lain telah sangat mengubah cara konsumen memperoses komunikasi, dan bahkan jika mereka tidak memilih untuk memprosesnya sama sekali. Difusi cepat koneksi Internet broadband yang kuat, perekam video digital yang dapat menghilangkan iklan, telepon seluler mulyifungsi, dan pemutar musik dan video portabel mendorong pemasar memikirkan kembali sejumlah praktik tradisional mereka.

Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Merancang Dan Megelolah Komunikasi Pemasaran Terintegrasi
2.      Bagaimana Mengembangkan Komunikasi Efektif



BAB II
PEMBAHASAN
1.      MERANCANG DAN MEGELOLAH KOMUNIKASI PEMASARAN TERINTEGRASI

A.    PERAN KOMUNIKASI PEMASARAN LINGKUNGAN KOMUNIKASI PEMASARASN YANG SEDANG BERUBAH
Komunikasi pemasaran adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan,membujuk, dan mengingatkan konsumen – konsumen langsung maupun tidak langsung, tentang produk dan merk yang dijual. Intinya komunikasi pemasaran merepresentasikan “suara” perusahaan dan mereka serta merupakan sarana di mana perusahaan dapaat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.
Komunikasi pemasaran juga melaksanakan banyak fungsi bagi konsumen. Komunikasi pemasaraan dapat memberitahukan dan memperlihatkan kepada konsumen tentang bagaimana dan mengapa produk itu digunakan, oleh orang macam apa, serta di mana dan kapan. Konsumen dapat mempelajari tentang siapa yang membuat produk dan apa tujuan perushaan dan merek, dan merreka bisa ,mendapatkan insentif atau penghargaan atas usaha percobaan atau penggunaaan tersebut. Komunikasi pemasaran memungkinkan perusahaan menghubungkan merek mereka dengan orang lain, tempat, acara, merek, pengalaman, perasaan, dan hal lainnya. Mereka dapat kontribusi pada ekuitas merek, dengan menanamkan merek dalam ingatan dan menciptakan citra merek, serta mendorong  penjualan dan bahkan mempengaruhi nilai pemegang saham. Lingkungan Komunikasi Pemasaran Yang Sedang Berubah Meskipun komunikasi pemasaran bisa memainkan sejumlah peran penting, mereka harus melakukannya dalam lingkungan komunikasi yang semakin keras. Teknologi dan faktor – faktor lain telah sangat mengubah cara konsumen memperoses komunikasi, dan bahkan jika mereka tidak memilih untuk memprosesnya sama sekali. Difusi cepat koneksi Internet broadband yang kuat, perekam video digital yang dapat menghilangkan iklan, telepon seluler mulyifungsi, dan pemutar musik dan video portabel mendorong pemasar memikirkan kembali sejumlah praktik tradisional mereka.
Komunikasi Pemasaran (marketing communication) adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen, secara langsung maupun tidak langsung tentang produk dan merek yang di jual.
#          Lingkungan Komunikasi Pemasaran yang Sedang Berubah
Perubahan lingkungan dari praktik tradisional menjadi lingkungan teknologi yang lebih canggih sangat mengganggu efektivitas media massa.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiW3yPx4b-4FyRfvAnTVijCwv3-jokIRoBSIvje4sQkT1JDZK80UHV_V7TV3UzDlXX4wraBQcaoBKGtW2TBikC3dhsrF6LsJCQzsVhKd9zfo1UJyJev_4vBYJXzaIiWSMNzXIglkagzNuY/s1600/1.JPG



B.     KOMUNIKASI PEMASARAN, EKUITAS MEREK DAN PENJUALAN
                         #         Komunikasi Pemasaran, Ekuitas Merek, dan Penjualan
Meski iklan sering menjadi elemen pusat dalam program komunikasi pemasaran, namun iklan bukan satu – satunya dalam membentuk ekuitas merek dan mendorong penjualan. Bauran Komunikasi Pemasaran (marketing communication mix) terdiri dari delapan model komunikasi utama :
1.         Iklan => Semua bentuk terbayar dari presentasi nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa melalui sponsor yang jelas. Contoh : Iklan produk segar sari yang diperankan oleh rafi ahmad yang ditayangkan di televise.
2.         Promosi Penjualan => Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong percobaan atau pembelian produk atau jasa. Contoh : Dilaksanakannya bazaar untuk memperkenalkan produksi – produksi home made seperti abon cabe, mie dari sayuran organic.
3.         Acara dan pengalaman => Kegiatan dan program yang disponsori  perusahaan yang di rancang untuk menciptakan interaksi harian atau interaksi yang berhubungan dengan merek tertentu. Contoh : Pada saat even olah raga disponsori oleh perusahaan sepati ternama Nike.
4.         Hubungan masyarakat dan publisitas => Beragam program yang dirancanguntuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk individunya. Contoh : Pemberitaan prestasi sebuah perusahaan melalui majalah bisnis.
5.         Pemasaran Langsung => Penggunaan surat, telepon, faksimile, e-mail, atau internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau meminta respons atau dialog dari pelanggan dan prospek tertentu. Contoh : Toko Komputer memberikan penawaran beberapa unit komputer dengan spesifikasi yang berbeda melalui faksimile.
6.         Pemasaran Interaktif => Kegiatan dan program online yang di rancang untuk melibatkan pelanggan atau prospek dan secara langsung atau tidak langsung meningkatkan kesadaran, memperbaiki citra atau menciptakan penjualan produk dan jasa. Contoh : Penawaran KTM ( Kredit Tanpa Jaminan ) kepada calon konsumen yang diprospek melalui telemarketing (menawarkan via telepon)
7.         Pemasaran dari mulut ke mulut => komunikasi lisan, tertulis, dan elektronik antar masyarakat yang berhubungan dengan keunggulan atau pengalaman membeli atau menggunakan produk atau jasa. Contoh : Sita sedang ngobrol dengan Adel dan memberikan saran kepada Adel yang ingin membeli tas. Menurut pengalaman Sita untuk tas ransel yang bagus kualitasnya adalah merk export.
8.         Penjualan personal => Interaksi tatap muka dengan satu atau lebih pembeli prospektif untuk tujuan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan pengadaan pesanan. Contohnya : Dilakukannya demo untuk alat – alat rumah tangga seperti kompor ke ibu – ibu arisan.
Kegiatan komunikasi pemasaran mempunyai andil dalam ekuitas merek dan mendorong penjualan dengan banyak cara :
1.         Menciptakan kesadaran merek.
2.         Menghubungkan asosiasi yang tepat dengan citra merek dalam ingatan konsumen.
3.         Menciptakan penilaian atau perasaan merek yang positif (respon merek)
4.         Memfasilitasi koneksi merek dan konsumen yang lebih kuat (hubungan merek).

EKUISITAS MEREK
Ekuisitas merek adalah efekdiferensial positif yang ditimbulkan oleh pengetahuan nama merek terhadap tanggapan pelanggan atas produk atau jasa tersebut. Ekuisitas merek mengakibatkan pelanggan memperlihatkan prefrensi terhadap suatu produk dibandingkan dengan yang lain kalau keduanya pada dasar identik. Sejauh mana pelanggan bersedia membayar lebih tinggi atau merek tersebut merupakan ukuran ekuisitas merek.
Merek berbeda – beda dalam jumlah kekuatan dan nilai yang dimilikinya di pasar. Pada suatu sisi terdapat merek yang tidak dikenal sebagian besar pembeli. Kemudian ada merek yang memperoleh tingkat kesadaran merek yang agak tinggi. Diatas ini terdapat merek yang memiliki tingkat penerimaan merek yang tinggi. Kemudian ada merek yang menikmati tingkat prefrensi merek yang tinggi. Akhirnya ada merek yang memiliki merek tingkat kesetiaan merek yang tinggi.
      Hanya sedikit pelanggan setia terhadap merek ini. David aaker membedakan lima tingkat sikap pelanggan terhadap merek, mulai dari yang terendah hingga tertinngi :
1.      Pelanggan akan mengganti merek, khususnya karena alasan harga. Tidak ada kesetiaan merek.
2.      Pelanggan merasa puas. Tidak ada alasan untuk berganti merek.
3.      Pelanggan merasa puas dan akan mengalami kerugian dengan berganti merek .
4.      Pelanggan menghargai merek tersebut dan menanggapnya sebagai teman.
5.      Pelanggan sangat setia dengan merek tersebut.
Ekuitas merek sengat terkait dengan beberapa banyak pelangggan berada dalam kelompok 3,4, atau  5. Ekuisitas merek  juga terkait menurut  Aaker, dengan tingkat pengakuan nama merek, prepsepsi mutu mere, asosiasi mental,dan emosional yang kuat, dan aset lain seperti paten, merek dagang, dan hubungan saluran distribusi.
NILAI EKUISITAS MEREK
      Ekuisitas merek yang tinggi memberikan sejumlah keunggulan bersaing :
1.      Perusahaan tersebut akan memiliki pengaruh perdagangan lebih esar dalam melakukan tawar – menawar dengan distributor dan pengecer karena pelanggan mengharapkan menjual merek tersebut.
2.      Perusahaan tersebut dapat mengenakan harga yang lebih tinggi dari pada pesaing – pesaingnya karena merek itu memiliki prepsepsi mutu yang lebih tinggi.
3.      Peusahaan tersebut dapat lwebih mudah melakukan perluasan produk karena nama merek itu menyandang kredibilitas yang tinggi.
4.      Merek tersebut menawarkan kepada perusahaan itu suatu pertahanan terhadap persaingan harga.
MENGELOLA EKUISITAS MEREK
Merek perlu dikelola dengan cermat sehingga ekuisitasnya tidak merosot. Hal ini menuntut pemeliharaan atau peningkatan kesadaran merek. Prepsepsi mutu dan fungsionalitas, dan asosiasi yang positif. Semua tugas ini memerlukan investasi litbang yang terus – menerus, iklan yang terampil, dan perdagangan dan layanan konsumen yang sangat bagus.
Beberapa analisis melihat merek mengalahkan usia produk atau fasilitas tertentu suatu perusahaan. Mereka melihat merek sebagai aset pribadi utama perusahaan tersebut. Setiap merek yang sangat kuat benar – benar menggambarkan beberapa pelanggan yang loyal.
C.     MODEL PROSES KOMUNIKASI
PROSES KOMUNIKASI
      Dewasa ini terdapat pandangan baru tentang komunikasi sebagai dialog interaktif antara perusahaan  dan pelanggannya yang berlangsung dengan tahap pra-penjualnya, penjualan, pemakainan dan pasca- pemakaian. Perusahaan-perusaah juga harus menayakan bukan hanya, bagaimana kita dapat menjangkau pelanggan kiita? Melainkan juga bagaimana pelanggan kita dapat menjangkau kita.
      Menurut daftar banyak saran komunikasi, berkat terobosan teknologi, orang-orang sekarang dapat berkomunikasi melalui media tradisional dan juga melalui media yang lebih baru. Dengan biaya komunikasi yang berkurang,teknologi-teknologi baru tersebut telah mendorong lebih banyak perusahaan beralih dari komunikasi yang lebih ditargetkan dan dialog satu orang dengan satu orang.
      Namun, komunikasi perusahaan mempunyai jangkauan lebih dari pada sarana tertentu yang disebutkan dalam daftar 19.1. gaya dan harga produk tersebut bentuk, dan warna kemasannya, sikap dan pakaian wiraniaga ,hiasan tokoh, alat-alat perusahaan semuanya menyampaikan sesuatu kepada pembeli. Setiap kontak merek memberikan kesan yang dapat memperkuat atau memperlema pandangan pelanggan tentang perusahaan tersebut. Seluruh bauran pemasaran tersebut harus dipadukan untuk memberikan pesan konsistendan pemosisian strategis. Titik beratnya adalah audit semua kemungkinan interaksi yang mungkin dialami pelanggan sasaran dengan produk dan perusahaan tersebut. Contohnya orang yang tertarik membeli komputer baru, akan bicara dengan orang- orang lain, mrlihat iklan televisi, menambah artikel, mencari informasi di internet dan mengamati komputer ditoko. Pemasar perlu menilai pengalaman dan kesan mana saja yang paling berpengaruh terhadap masing-masing tahap proses pembelian tersebut. Pemahaman ini akan membantu mereka mengalokasikan dana komunikasi yang lebih efisien.
      Pemasar perlu juga memahami unsur-unsur mendasar komunikasi yang efektif. Dari daftar gambar 19.1 memperlihatkan model komunikasi dengan sembilan unsur. Dua unsur melambangkan pihak-pihak utama  dalam suatu komunikasi-pengirim dan penerima. Dua unsur melambangkan alat komunikasi utama – pesan dan media. Empat unsur melambangkan unsur komunikasi utama – penggunaan kode, penafsiran kode, tanggapan, dan umpan balik. Unsur terakhir dalam sistem tersebut adalah kegaduhan yaitu pesan-pesan yag acak dan paling bertentangan yang mungkin akan mengganggu komunikasi yang dimaksudkan.
      Model tersebut menekankan faktor-faktor utama dalam komunikasi yang efeftif. Pengirim harus mengetahui pendengar mana yang ingi mereka jangkau dan tanggapan apa yang ingin mereka peroleh. Mereka harus mengemas pesan-pesan mereka dalam kode-kode tertentu sehingga pendengar sasarannya dapat menafsirkan kode-kode tertentu sehingga pendengar sasarannya dapat menafsirkan kode- kode tersebut. Mereka harus mengirimkan pesan tersebut melalui media yang menjangkau pendengar sasaran yang menembangkan saluran umpan balik untuk memantau tanggapa-tanggapannya. Makin banyak bidang pengalaman pengirim mempunyai kesamaan dengan bidang pengalaman penerima, komunikasi tersebut kemungkinan besar akan efektif.
Pendengar sasaran mungkin tidak menerima pesan yang dimaksudkan karena salah satu dari tiga alasan berikut:
a.       Perhatian yang efektif
b.      Penyimpanan selektif
c.       Ingatan selektif
Komunikator tersebut mempertimbangkan sifat-sifat pendengar yang berhubungan dengan daya persuasi dan memanfaatkannya untuk mengarahkan pengembangan pesan dan medianya. Orang-orang yang memiliki pendidikan atau kecerdasan yang tinggi dianggap lebih sulit dipengaruhi tetappi buktinya tidak meyakinkan. Orang yang memiliki konsep diri  yang lema tampaknya lebih mudah dipengaruhi sebagaimana juga terjadi pada orang-orang memiliki kepercayaan diri yang rendah.
Fiske dan haetley telah menjelaskan beberapa faktor umum yang mempengaryhi efektifitas komunikasi:
a.       Makin besar pengaruh sumber komunikasi terhadap pnerimanya, makin besar perubahan atau pengaruhnya terhadap penerima terseebut yang menguntungkan sumber tadi.
b.      Pengaryh komunikasi tampak paling besar apabilah pesannya selaras dengan pandangan, keyakinan, dan kecenderungan yang ada dalam diri penerima.
c.       Komunikasi dapat menghasilkan perubahan yang sangat efektif atas masalah – masalah yang dianggapaing, ringan, dan tidak penting yang bukan bukan merupakan inti sistem nilai penerima tersebut
d.      Komunkasi kemungkinan besar akan efektif apabila sumberrnya diyakinimamiliki keahlian, kedudukan yang tinggi, sikap objektif, atau kepribadia yang disukai dan khususnya apabilah sumber tersebut memiliki kekuasaan dan dapat disamakan dengan diri seseorang.
e.       Konteks sosial, kelompok, kelompok rujukan akan menengahi komunikasi tersebut dan memengaruhi apakah komunikasi tersebut diterima atau tidak.
 #         Model Proses Komunikasi   
Ada dua model proses komunikasi :
1.  Model Makro Proses Komunikasi => menekankan pada faktor – faktor kunci dalam komunikasi efektif 
                              
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWYMuTuvUxDnvK8s6iDbgH_KBaqM03ZQK2Bm2BhgzN44VfzrUoClQUHvy7W7v8bdrSEOvirAUUOcoJeCxEbM6Ie62zzf22dpaP6rKr-F6tWttikDJG3RuDyO-MKDTF_DXAJkoHUuj1k2Q/s1600/2.JPG
1.    Model Mikro Respons Konsumen => komunikasi pemasaran berkonsentrasi
pada respons spesifik konsumen terhadap komunikasi.
Dicontohkan : Tahapan dalam melakukan kampanye komunikasi pemasaran untuk produk segarsari (minuman serbuk dengan rasa buah)
·         Kesadaran = tugas komunikator adalah membangun kesadaran. Misal : Segarsari adalah minuman serbuk dengan berbagai rasa buah. Banyak saingan seperti marimas, jasjus yang sejenis dan lebih lama dikenal masyarakat dibandingkan segarsari.
·         Pengetahuan = Konsumen mungkin sudah mengetahui merek segarsari tetapi tidak paham betul atas produk ini. Komunikan harus dapat mempelajari berapa banyak orrang dalam konsumen yang mempunyai sedikit, cukup atau banyak pengetahuan tentang produk segarsari.
·         Rasa Suka = Jika konsumen sudah mengetahui merek produk segarsari namun menunjukkan sara tidak sukanya, maka sebagai komunikan harus dapat mengetahui penyebabnya. Jika penyebab tersebut nyata maka komunikan harus dapat memperbaiki citra dari produk tersebut sehingga konsumen berubah pikiran dan menjadi suka terhadap produk segarsari.
·         Preferensi = Mungkin konsumen suka terhadap segarsari. Namun rasa suka tersebut tidak lebih tinggi terhadap produk marimas. Disini tugas komunikan adalah berusaha membangun kembali preferensi konsumen terhadap produk segarsari dengan membandingkan kualitas dan menunjukkan kelebihan atau keunggulan produk minuman segar sari.
·         Keyakinan = Konsumen mungkin suka produk minuman segar sari tetapi tidak ada keinginan untuk membeli kembali produk tersebut. Disini komunikan harus harus membangun keyakinan dan minat konsumen untuk tertarik kembali dan membeli produk segarsari.
·         Pembelian = Konsumen mungkin memiliki keyakinan namun tidak ada aksi untuk membeli produk segarsari. Komunikator harus dapat mengarahkan konsumen untuk membeli produk segarsari. Mungkin menawarkan produk segarsari dengan pemberian bonus buy 2 free 1.
Dari sudut pandang iklan, kampanye iklan ideal akan memastikan bahwa :
·          Konsumen yang tepat terpapar pesan yang tepat ditempat dan saat yang tepat.
·          Iklan menyebabkan konsumen member perhatian pada iklan, tetapi tidak mengalihkan perhatian pelanggan dari pesan yang dimaksud.
·          Iklan dengan tepat mencerminkan perilaku dan tingkat pemahaman konsumen terhadap produk dan merek.
·           Iklan memosisikan merek dengan benar berdasarkan titik perbedaan dan titik paritas yang diinginkan dan dapat dihantarkan.
·            Iklan memotivasi konsumen untuk mempertimbangkan pembelian merek.
·          Iklan menciptakan asosiasi merek yang kuar dengan semua pengaruh komunikasi yang tersimpan sehingga dapat memberikan pengaruh ketika konsumen mempertimbangkan untuk melakukan pembelian.



2.      MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI EFEKTIF

A.    MENGIDENTIFIKASI PEMIRSA SASARAN
Ada delapan tahapan dalam mengembangkan komunikasi yang efektif yaitu sebagai berikut:
a.       Identifikasi pendengar sasarannya
Proses tersebut harus dimulai pendengar sasaran yang jelas dalam benak. Pendengar sasaran tersebut akan sangat mempengaruhi keputusan komunikator tentang apa yang harus dikatakan, sebagaimana mengatakannya, dimana mengatakannya , dan kepada siapa mengatakannya.
Analisis citra
Sebagian besar pendengar sasaran adalah menilai citra sekarang perusahaan tersebut, produknya, dan pesaing-pesaingnya. Citra adalah beberapa keyakinan, gagasan , dan kesan yang dimiliki seseorang mengenai suatu objek. Sikap dan tindakan orang terhadap suatu objek sangat ditentukan citra objek tersebut.
b.      Tentukanlah tujuan-tujuannya
Pemasar dapat mencari tanggapan kognitif, afektif atau perilaku. Maksudnya pemasar tersebut mungkin ingin memasukkan sesuatu ke dalam pikiran konsumen, mengubah sikap ,atau mengupayakannya konsumen tersebut bertindak. Bahkan disini terdapat model-model atai tahapan-tahapan tanggapan konsumen yang berbeda-beda
Semua model ini mengandaikan bahwa pembeli melewati tahap kognitif , afektif dan perilaku secara berturut- turut. Uruttan mempelajari – merasakan – melakukan , ini adalah sesuatu yang tepat apabila pendengartersebut mempunyai keterlibatan yang tinggi dengan kategori produk yang dianggap memilikiperbedaan yang tinggi , sebagaimana dalam pembelian mobil . urutan alternatifnya adalah melakukan –merasakan – mempelajari akan relevan jika pendengar tersebut memiliki keterlibatan yang tinggi tetapi memahami hanya sedikit  atau sama sekali tidak ada perbedaan dalam kategori produk tersebut, sebagaimana dalam membeli lembar aluminium. Urutan ketiga mempelajari – melakukan- merasakan , akan relevan  apabilah pendengar tersebut memiliki keterlibatan yang rendah dalam memahari hanya sedikit perbedaan dalam kategori produkproduk tersebut, sebagaimana dalam membeli garam. Dengan memilih urutan yang tepat , pemasar terdapat melakukan tugas perencanaan komuunikasi yang lebih buruk. 
c.        Rancangan pesannya
Perumusan pesan akan memerlukan pemecahan empat masalah. Apa yang harus dikatakan , bagaimana mengatakannya secara logis, bagaimana mengatakannya secara simbolis dan siapa seharusnya mengatakannya.
1.      Isi pesan
Dalam menentukan isi pesan , manajemen mancari daya tarik , tema , gagasan , atau usulan penjualan yang unik. Ada tiga jenis daya tarik yaitu rasional , emosional, dan moral.
2.      Struktur pesan
Efektivitas bergantung pada struktur dan isi.
3.      Format pesan
Format pesan perlu terlihat kuat. Dalam iklan tercetak , komunikatornya harus memutuskan judul , kata – kata , ilustrasi , dan warna. Untuk pesan radio komunikator tersebut harus memilih kata- kata , mutu suara , dan penyuaraannya. Suara pembicara yang mempromosikan mobil bekas harus berbeda dari suara yang mempromosikan Cardilac baru.
4.      Sumber pesan
Pesan yang disampaikan sumber yang menarik atau terkenal akan memperoleh perhatian dan daya ingat yang lebih tinggi. Itulah sebabnya pemasang iklan sering menggunakan selebriti sebagai juru bicara. Selebriti kemungkinan akan efektif apabila mereka melambangkan ciri utama produk 

d.      Pilihlah saluran saluran komunikasinya
Komunikator harus memilih saluran yang efisien untuk menyampaikan pesan. Saluran komunkasi dapat bersifat pribadi dan non-pribadi. Di dalam masinng-masing terdapat banyak sub-saluran.
SALURAN KOMUNIKASI PRIBADI
Saluran komunikasi oribadi (personal communication chanel) melibatkan dua atau beberapa orng yang berkomunikasi langsung satu sama lain dengan tatap muka satu orang dengan pendengar, melalui telepon , atau melalui e-mail. Saluran komunikasi pribadi memperoleh efektivitasnya memalui presentasi dan umpan balik yang bersifat perseorangan.
Perbedaan  lebih lanjut dapat di tarik antara saluran komunikasi pendukung, pakar, dan social. Saluran pendukung (‘advocate channel’) adalah wiraniaga perusahaan yang  menghubungi pembeli di pasar sasaran. Saluran pakar (‘expert chanel’) adalah pakar pakar independen yang memberikan pernyataan kepada pembeli sasaran. Saluran social terdiri dari tetanga taman atau keluarga dan teman teman kerja yang berbicara kepada pembeli sasaran. Dalam suatu penelitian terhadap 7000 konsumen di 7 negara eropa, 60 persen mengatakan mereka di pengaruhi utk mengunakan merek baru oleh kelarga dan teman teman.
Pengaruh pribadi mengandung bobot yang sangat beasr dalam dua keadaan. Yang pertama adalah dengan produk yang maha, beresiko,  atau jarang dibeli. Keadaan lainnya adalah apabila produk tersebut menyiratkan sesuatu tentang status dan selera pengunanya. Dalam kedua kaasus ini, pembeli akan menanyakan orang lain untuk memperoleh informasi atau untuk menghindari rasa malu.
Banyak perusahaan akhirnya benar-benar menyadari kekuataan cerita dari mulut ke mulut atau kasak kusuk. Produk dan merek-merek seperti beanie babies, pokemon, dan film the baliar witch projeck dibangun melalui kasak-kusuk.  Perusahaan –perusahaan sepereti body body sho, USAA, starbucks, palm pilot, BMW23 roadstar, dan amazon pada dsanya dibangun oleh cerita dari mulut ke melut, dengan sangat sedikit iklan.
SALURAN KOMUNIKASI NON-PRIBADI
Saluran kominikasi non-pribadi mencakup media, atmosfer, dan acara-acara.
Media terdiri atas media cetak (Koran, majalah, surat langsung), media penyiaran (radio, televisi), media jaringan (telepon, kabel, satelit, nir-kabel), media elektronik (rekaman audio, rekaman video, videodisk , CD-ROM, halaman internet), dan media pajangan (papan reklame, tanda, poster). Sebagian besar pesan non-pribadi melewati media yang di bayar.
e.       Tetapkanlah anggarannya
Salah satu keputusan pemasaran tersulit adalah adalah menentukan berapa banyak yang perlu dikeluarkan untuk promosi. Ada empat metode utama perusahaan dalam menentukan atau memutuskan anggaran promosi yaitu:
1.      Metode kesanggupan
Banyak perusahaan yang menetapkan anggaran promosi berdasarkan seberapa besar menurut  mereka kesanggupan perusahaan tersebut.
2.      Metode presentase penjualan
Banyak perusahaan menetapkan pengeluaran promosi berdasarkan presentase penjualan yang telah ditentukan (penjualan saat ini atau yang diperkirakan) atau dari harga jual.
3.      Metode keseimbangan persaingan
Beberapa perusahaan menetapkan anggaran promosinya untuk mencpai keseimbangan kekuatan suara (share of voice) dengan para pesaing.
4.      Metode tujuan dan tugas
Metode tujuan dan tugas meminta pemasar mengembangkan anggaran promosi dengan mendefinisikan tujuan yang jelas, menetukan tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan ini ,dan diperkirakan biaya untuk melaksanakan tugas – tugas ini . jumlah biaya ini adalah anggaran promosi yang di usulkan.
Metode tujuan dan tugas tersebut memiliki keunggulan kerena mengharuskan manajemen menjelaskan asumsi – asumsinya mengenai hubungan antara dana yang dibelanjaka, tingkat paparan, tingkat percobaan produk, dan penggunaan secara teratur.
f.       Putuskanlah bauran medianya
Perusahaan – perusahaan harus mengalokasikan anggaran promosi untuk kelima alat promosi – iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan pemberitaan, tenaga penjualan, dan pemasaran langsung.
Alat – alat promosi pemasaran
Masing- masing promosi memiliki karakteristik unik dan biayanya sendiri.
1.      Iklan. Karena banyaknya bentuk dan pengggunaan iklan, sulit melakukan generalisasi. Namun sifat- sifat berikut dapat diperhatikan :
·         Presentase umum
·         Daya sebar
·         Daya ekspresi
·         impersonalitas
2.      Promosi penjualan. Alat – alat promosi penjualan – kupon, kontes, hadiah , dan sejenisnya – menawarkan tiga manfaat yang  berbeda :
·         Komunikasi
·         Insentif
·         ajakan
3.      Hubungan masyaraka dan pemberitaan. Daya tarik hubungan masyarakat dan pemberitaan didasarkan pada tiga sifat khusus :
·         Kredibilitas yang tinggi
·         Kemampuan menangkap pembeli yang tidak hati  hati
·         Daramatisasi
4.      Penjualan pribadi. Penjualan pribadi (personal selling) adalah alat yang paling efektif pada tahap terakhir berupa proses pembelian, khususnya dalam membangun preferensi, keyakinan, dan tindakan pembeli. Penjualan pribadi memiliki tiga ciri khusus yaitu sebagai berikut :
·         Pertemuan pribadi
·         Perkembangan hubungan
·         tanggapan
5.      Pemasaran langsung. Bentuk – bentuk pemasaran langsung (direst selling ) yang begitu banyak tersebut – surat langsung, telemarketing, pemasaran internet, dan sebagainya – sama – sama memiliki empat karakteristik khusus. Pemasaran langsung bersifat :
·         Tidak umum
·         Disesuaikan dengan orangnya
·         Mutakhir
·         Interaktif
Faktor – faktor dalam menentukan bauran komunikasi pemasaran
Perusahaan – perusahaan harus mempertimbangkan beberapa faktor dalam mengembangkan bauran promosinya : jenis pasar produk, kesiapan konsumen melakukan pembelian, dan tahap dalam siklus hidup produk tersebut. Juga peenting adalah peringkat pasar perusahaan tersebut. Pimpinan pasar memperoleh lebih banyak keuntungan dari iklan dibandingkan dengan dari promosi penjualan. Sebaliknya, pesaing – pesaing yang lebih kecil memperoleh lebih besardengan penggunaan promosi penjualan dalam bauran komunikasi pemasarannya.
·         Jenis pasar produk. Alokasi promosi berbeda – beda anatara pasar konsumen dan bisnis. Pemasar konsumen mengeluarkan uang secara berturut – turut untuk promosi penjualan, iklan, penjualan pribadi, dan hubungan masyarakat. Pemasar bisnis mengeluarkan uang secara berturut – turut untuk penjualan pribadi, promosi penjualan, iklan dan hubungan masyarakat.
·         Tahap kesiapan pembeli. Alat – alat promosi berbeda – beda dalam keevektivan biaya sesuai dengan tahap kesiapan pembeli yang berbeda. Iklan da pemberitaan memegang peran terpenting dalam tahap pembangunan kesadaran.  Pengertian pelanggan terutama dipengaruhi iklan dan penjualan pribadi. Keyakinan pelanggan sangat dipengaruhi penjualan pribadi. Penutupan penjualan kebanyakan dipengaruhi penjualan pribadi dan promosi penjualan. Pemesanan ulang juga kebanyakan dipengaruhi penjualan pribadi dan promosi penjualan, dan sedikit oleh iklan yang mengingatkan.
·         Tahap siklus hidup produk. Alat promosi juga memiliki efektifitas biaya yangberbeda- bedasesuai dengan tahap siklus hidup produk yang berbeda. Pada tahap pengenalan, iklan dan pemberitaan memiliki tingkat efektifitas biaya tinggi, disusl penjualan pribadi untuk memperoleh jangkauan distribusi dan promosi penjualan untuk mendorong konsumen mencobanya. Pada tahap pertumbuhan ,permintaan mempunya momentumnya sendiri melalui cerita dan mulut – kemulut. Pada tahap kematangan, secar berturut – turut promosi penjualan, iklan, dan penjualan pribadi semuanya makin, berperan penting. Pada tahap penurunan, promosi penjualan tetap brperan kuat, iklan dan pemberitaan berkurang, dan wiraniaga hanya memberikan sedikit perhatian pada produk tersebut.
g.      Ukurlah hasil komunikasi
Para manajer senior ingin mengetahui hasil dan pendapatan yang berasal dari investasi komunikasinya. Namun, terlalu sering direktur komunikasi mereka hanya memasok keluaran dan pengeluaran: jumlah kliping berita, jumlah iklan yang terpasang, biaya media. Dengan jujur, direktur komunikasi tersebut mencoba menerjemakan keluaran kedalam keluaran – antara seperti jangkauan dan frekuensi, angka daya ingat dan pengenalan, perubahan persuasi, dan perhitungan biaya per seribu. Akhirnya ukuran perubahan perilaku mengambarkan hasil yang sesunggunya dari komunikasi.
h.      Kelolahlah proses komunikasi pemasaran terpadu
Banyak perusahaan mengandalkan satu atau dua alat komunikasi untuk mencapai tujuan –tujuan komunikasinya. Praktik ini terus dipertahankan meskipun pasar massal telah terpecah – pecah menjadi begitu banyak pasar kecil, yang masing – masing memerlukan pendekatannya tersendiri; jenis – jenis media baru telah tumbuh; dan kosumen makin canggih. Begitu luasnya alat komunikasi, pesan, dan pendengar telah membawa keharusan agar perusahaan – perusahaan beralih ke arah komunikasi pemasaran terpadu (IMC – integrated marketing communication).
Komunikasi pemasaran terpadu sungguh menghasilkan konsistensi pesan yang lebih kuat dan dampak penjualan yang lebih besar. Hal itu memaksa manajemen memikirkan segala cara bagaimana pelanggan menjalin hubungan dengan perusahaan tersebut, bagaimana perusahaan tersebut mengkomunikasikan posisinya, peran penting relatif Masing – masing sarana, dan masalah ketetapan waktu. Hal itu memberi seseorang tanggung jawab – yang sebelumnya sama sekali tidak ada – untuk menyatuhkan citra merek dan pesan perusahaan tersebut ketika melewati ribuan kegiatan perusahaan. IMC akan meningkatkan kemampuan perusahaan tersebut menjangkau pelanggan yang tepat dengan pesan yang tepat pada saat yang tepat dan di tempat yang tepat.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBxtoYsBNW6N7ry0TI6ThQjHAOqmDyEQLjtWLK6xYy8qkIyFXKtXiAzZvprhTsqeOe48ZPPGA-OXQamNq45Nw3M15K5-I4dwXkj85MqNZdKQgFkhtoK_Gf9O_dNYfQRPfCg8S-1FR7gII/s1600/3.JPG 

B.     MENETUKAN TUJUAN KOMUNIKASI
Menentukan tujuan komunikasi.
Menentukan tujuan komunikasi pemasar an sangat diperlukan agar proses komunikasi yang dilakukan dalam menawarkan suatu produk perusahaan dapat secara efektif diterima oleh konsumennya. Sesuai dengan model hirarki pengaruh, Rossiter dan Percy mengindentifikasi empat kemungkinan tujuan komunikasi pemasaran seperti sebagai berikut :
o    Kebutuhan kategori, menentukan produk atau jasa yang diperlukan untuk mengalihkan atau memuaskan perbe daan anggapan antara keadaan motivasi onal saat ini dan keadaan emosional yang diinginkan.
o   Keadaan merek, kemampuan untuk mengindentifikasi merek dalam kategori dengan cukup rinci untuk melakukan pembelian. Pengakuan lebih mudah dicapai dibandingkan ingatan konsu men.
o   Sikap merek, mengevaluasi merek dengan memperhatikan kemampuan anggapannya untuk memenuhi kebutuhan relevan saat ini. Kebutuhan merek relevan mungkin berorientasi negative atau berorientasi positif (gratifikasi indra, stimulasi intelektual, atau persetujuan social).
o   Maksud pembelian merek, Instruksi mandiri untuk membeli merek atau mengambil tindakan yang berhubungan dengan pembelian. Tawaran promosi dalam bentuk kupon, atau penawaran dua untuk satu mendorong konsumen melakukan komitmen mental untuk mengambil produk.



C.     MERANCANG KOMUNIKASI
Merancang komunikasi.
Setelah dapat diketahui indentifikasi pasar sasaran, dan tujuan komunikasi pema saran, selanjutnya pemasar dapat meran cang komunikasi pemasaran dengan tujuan dapat mencapai respon yang diinginkan. Menurut Kotler & Keller, paling tidak ada tiga kaidah untuk mencapai respon yang dinginkan, antara lain :
a)      Strategi pesan, manajemen mencari daya tarik, tema, atau ide yang terkait dengan positioning merek dan membantu menentukan titik paritas atau titik perbedaan. John Maloney, melihat pembeli mengharap satu dari empat jenis penghargaan dari produk; kepuasan rasional, indra, social, dan ego. Pembeli dapat mevisualisasikan penghargaan ini dari pengalaman hasil penggunaan, pengalaman produk ketika digunakan, atau penggunaan penga laman incidental.
b)      Strategi kreatif, efektifitas komunikasi pemasaran tergantung pada bagaimana sebuah pesan diekspresikan, dan juga kandungan pesan itu sendiri. Jika komunikasi itu tidak efektif, komunikasi itu bisa berarti pesan yang salah digunakan, atau pesan yang benar diekspresikan dengan buruk. Untuk itu dapat kita golongkan sebagai daya tarik informasional (informational), dan transpormasional (transpormational).
c)      Sumber pesan, banyak komunikasi pemasaran tidak menggunakan sumber di luar perusahaan. Komunikasi lainnya menggunakan orang terkenal atau orang tidak terkenal. Sumber pesan tentunya di keluarkan dari yang menarik pasar sasaran agar dapat berkontribusi lang sung pada efektifitas komunikasi pemasaran. Semakin efektif dalam mengkaitkan sumber pesan yang menarik pasar sasaran terhadap produk yang ditawarkan, maka respon dari pasar sasaran dapat dilihat hasilnya.
Memilih saluran komunikasi pemasaran.
Saluran komunikasi pemasaran pada dasarnya dapat dibedakan menjadi dua antara lain :
a)      § Saluran komunikasi pribadi (personal communication channels), dua orang atau lebih berkomunikasi melalui tatap muka, telepon, e-mail. Di sini kita dapat menarik perbedaan antara saluran komunikasi, penasehat, ahli, dan social. Studi yang dilakukan oleh Burson-Marsteler dan Roper Starch Worlwide, menemukan bahwa rata-rata berita dari mulu ke mulut seseorang cenderung berpengaruh pada sikap pembelian dan dua orang lainnya. Jadi Kotler & Keller mengatakan bahwa komunikasi pribadi berpengaruh pada dua situasi yaitu; pada saat harga tinggi akan berpengaruh kurang bagus karena berisiko konsumen tidak mau beli, dan sebalikknya, yang jelas sering orang meminta rekomendasi terhadap suatu produk dari seorang atau beberapa orang lain.
b)      Saluran komunikasi non pribadi, yaitu saluran komunikasi yang diarahkan kepada banyak orang misalnya melalui media, promosi penjualan, acara-acara tertentu, serta hubungan masyarakat (public relation / PR). Saluran komuni kasi melalui hubungan masyarakat pada prisipnya meliputi dua arah yaitu; bersifat internal ditujukan kepada para staf dan seluruh pegawai, dan secara exsternal  ditujukan kepada masyarakat luas sebagai pasar sasaran.
Bauran Komunikasi Pemasaran.
Bauran komunikasi pemasaran pada prinsip nya komunikasi pemasaran yang meng gunakan berbagai macam kegiatan dengan tujuan mengefektifkan dan mengefisiensikan proses komunikasi pemasaran. Bauran komu nikasi pemasaran dapat menggunakan delapan model komunikasi utama, yaitu :
a)      Iklan, menjangkau pembeli yang tersebar luas secara geografis, dan dapat bersifat pengulangan, penguatan ekspresivitas, dan impersonalitas.
b)      Promosi penjualan, dengan mengunakan potongan harga, doskon, hadiah, vocher, dll guna menarik perhatian pembeli.
c)      Hubungan masyarakat dan publisitas, hal ini sangat tepat pada situasi bila pasar memiliki persepsi yang tidak sesuai dari yang dinginkan oleh pemasar. Kotlet & Keller menjelaskan ada tiga kualitas yang berbeda, antara lain ; kredebilitas tinggi, kemampuan untuk mencapai pembeli, dan dramatisasi.
d)     Acara dan pengalaman, keuntungannya adalah; relevan, melibatkan, implisit.
e)      Pemasaran langsung, memiliki banyak bentuk antara lain; melalui telepon, on-line, dan lainnya.
f)       Pemasaran interaktif, memiliki tiga karakteristik antara lain; penyesuaian, terkini, interaktif
g)      Pemasaran dari mulut ke mulut, hal ini dapat bersifat on-line atau of-line, dimana memiliki tiga karakteristik antara lain; kredibel, pribadi, tepat waktu.
h)      Penjualan personal. Model ini paling efektif terutama pada tahap pembentukan pembelian selanjynya, terutama dalam membentuk preferensi, kenyakinan, dan tindakan dua orang atau lebih. Model ini memiliki tiga kekuatan antara lain; interaksi pribadi, pengembangan, dan respon.




















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
 Komunikasi pemasaran adalah sarana di mana perusahaan berusaha menginformasikan,membujuk, dan mengingatkan konsumen – konsumen langsung maupun tidak langsung, tentang produk dan merk yang dijual. Intinya komunikasi pemasaran merepresentasikan “suara” perusahaan dan mereka serta merupakan sarana di mana perusahaan dapaat membuat dialog dan membangun hubungan dengan konsumen.

B.     Saran
Penulis berharap kepada pembaca dari penjelasan diatas tentang pemasaran dapa tmengerti , bermanfaat dan sebagai pedoman dalam kegiatan ekonomi khususnya dalam pemasaran. Penulis dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan, untuk kesempurnaannya penulis sangat mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca.


















DAFTAR PUSTAKA
Philip kotler, William Gregor, dan William Rodgers, “The Marketing Audit Comes of Age” . 1998.




















TUGAS II

NAMA KELOMPOK IV
1.      ANASTASIA GANING
2.      YULIANI
3.      YUDITYA BERNADUS
4.      ALFREINIKE TENTONDA

TUGAS KELOMPOK IV
Ø  Soal :
1.      Menurut anda apa yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran ?
Ø  Jawab :
Menurut saya, komunikasi pemasaran adalah sejumlah interaksi antara produsen , distributor dan konsumen dengan melibatkan berbagai media sebagai alat untuk memberikan informasi – informasi penjualan, pembelian maupun transaksi lainnya.
Ø  Soal :
2.      Menurut anda seberapa penting komunikasi dalam pemasaran ?
Ø  Jawab :
Sangat penting, karena tanpa adanya komunikasi maka aktifitas pemasaran tidak akan berjalan dengan baik. Dimana , komunikasi pemasaran bisa digunakan sebagai sumber informasi mengenai berbagai kegiatan pemasaran. Dengan komunikasi, kita selaku produsen dapat mengetahui kebutuhan apa yang sesuai dengan permintaan konsumen, atau bahkan dari sisi konsumen kita bisa mengetahui dimana, kapan, atau dengan cara apa kita akan mendapatkan barang yang akan kita beli.
Ø  Soal :
3.      Kenapa ekuitas merek sangat dibutuhkan dalam suatu perusahaan ?
Ø  Jawab :
Karena dengan merek konsumen akan lebih mengenal tentang produk yang akan kita tawarkan, dan akan lebih mudah dalam melakukan perluasan produk serta dapat membantu perusahaan dalam melakukan persaingan dengan perusahan lain baik dari segi harga, produk, maupun kualitas dari barang yang akan ditawarka.
Ø  Soal :
4.      Sebutkan dan jelaskan tahapan – tahapan dalam mengembangkan komunikasi yang efektif !
Ø  Jawab :
a.       Identifikasi pendengar sasarannya.
Maksudnya, kita harus mengetahui kepada siapa kita akan menyampaikan berita tersebut.
b.      Tentukanlah tujuan – tujuannya. Artinya , kita harus mengetahui apa tujuan dari penyampaian informasi tersebut.
c.       Rancangan pesannya. Maksudnya , kita harus mengetahui apa isi pesan yang akan disampaikan, struktur pesan yang akan dikirimkan, format pesan yang akan disampaikan atau dalam bentuk apa pesan akan disampaikan, serta dari mana sumber pesan yang akan disampaikan kepada penerima pesan.
d.      Pilihlah saluran – saluran komunikasinya. Artinya saluran komunikasi dapat bersifat pribadi atau hanya melibatkan dua orang atau lebih yang berkomunikasi secara langsung. Dan ada juga yang bersifat nonpribadi, yaitu cara penyampaian komunikasi yang bisa dilihat dan diketahui oleh banyak orang.
e.       Tetapkanlah anggarannya. Artinya , kita harus mengetahui berapa anggaran yang akan dikeluarkan dalam proses penyampaian pesan.
f.       Putuskanlah bauran medianya. Artinya , Perusahaan – perusahaan harus mengalokasikan anggaran promosi untuk kelima alat promosi – iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat dan pemberitaan, tenaga penjualan, dan pemasaran langsung.
g.      Ukurlah hasil komunikasi. Artinya , pihak pemberi pesan harus bisa mengukur tingkat keberhasilan dari komunikasi yang telah dijalankan.
h.      Kelolahlah proses komunikasi pemasaran terpadu. Artinya , Banyak perusahaan mengandalkan satu atau dua alat komunikasi untuk mencapai tujuan –tujuan komunikasinya.
Ø  Soal :
5.      Sebutkan model komunikasi pemasaran yang digunakan dalam bauran komunikasi !
Ø  Jawab :
Iklan, Promosi penjualan, hubungan masyarakat dan publisitas, acara dan pengalaman, Pemasaran Langsung, Pemasaran interaktif, Pemasaran dari mulut kemulut, Penjualan personal.